Pada akhir pemerintahannya, Mujica memiliki peringkat popularitas domestik yang tinggi (hampir 70%) dan terpilih sebagai senator. Dia menghabiskan sebagian waktunya untuk berkeliling dunia setelah ia mengundurkan diri sebagai presiden.
"Jadi, apa yang menarik perhatian dunia? Bahwa saya hidup pas-pasan, rumah sederhana, dan saya berkeliling dengan mobil tua? Jadi, dunia ini gila karena terkejut dengan [apa yang] biasa saja," ujarnya sebelum masa jabatannya rampung.
Baca Juga:
RI Dorong Perundingan Indonesia-Mercosur CEPA dan Peningkatan Dagang dengan Uruguay
Mujica pensiun dari dunia politik pada 2020 meskipun ia tetap menjadi tokoh sentral di Uruguay.
Penerus politiknya, Yamandú Orsi, terpilih sebagai presiden Uruguay pada bulan November. Kemudian, koalisi politik Frente Amplio memperoleh jumlah kursi parlemen terbesar sejak negara itu kembali ke demokrasi.
Tahun lalu, Mujica mengumumkan bahwa ia mengidap kanker. Ucapannya bahwa dirinya semakin mendekati ajal menjadi lebih sering terlontar. Namun, dia selalu mengucapkan hal itu sebagai sesuatu yang wajar, tanpa drama.
Baca Juga:
Presiden Termiskin Dunia José Mujica Wafat, Dunia Kehilangan Teladan Kerendahan Hati
Dalam wawancara terakhirnya dengan BBC pada bulan November, ia berkata: "Orang tahu bahwa kematian tidak dapat dihindari. Dan mungkin itu seperti garam kehidupan."
[Redaktur: Ropang]