Ketika militer Uruguay melancarkan kudeta pada 1973, mereka memasukkannya ke dalam kelompok "sembilan sandera". Militer mengancam kesembilan sandera ini akan dibunuh jika gerilyawan melanjutkan serangan.
Selama lebih dari 14 tahun ia habiskan di penjara pada 1970-an dan 1980-an. Pada periode itu ia disiksa dan menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kondisi terisolasi. Mujica dibebaskan pada 1985 ketika Uruguay kembali ke sistem demokrasi.
Baca Juga:
RI Dorong Perundingan Indonesia-Mercosur CEPA dan Peningkatan Dagang dengan Uruguay
Mujica mengaku pernah mengalami kegilaan, menderita delusi, dan bahkan berbicara dengan semut selama berada di penjara.
Hari ketika ia dibebaskan adalah kenangan terindahnya. Katanya: "Menjadi presiden tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan itu."
Beberapa tahun setelah dibebaskan, ia menjabat sebagai anggota parlemen, baik di DPR maupun di Senat—majelis rendah dan tinggi negara tersebut.
Baca Juga:
Presiden Termiskin Dunia José Mujica Wafat, Dunia Kehilangan Teladan Kerendahan Hati
Pada 2005, ia menjadi menteri dalam pemerintahan pertama Frente Amplio, koalisi sayap kiri Uruguay. Lima tahun kemudian, dia terpilih sebagai presiden Uruguay.
Ia berusia 74 tahun saat itu dan masih belum dikenal khalayak dunia.
Pemilihannya menandai momen penting bagi sayap kiri Amerika Latin. Mujica menjadi pemimpin bersama presiden sayap kiri lainnya seperti Luis Inácio Lula da Silva di Brasil dan Hugo Chávez di Venezuela.
Namun, Mujica memerintah dengan menunjukkan pragmatisme dan keberanian dalam beberapa kesempatan, kata komentator politik.