Di tengah kondisi ekonomi internasional yang cukup sulit, ekonomi Uruguay tumbuh rata-rata 5,4% , kemiskinan berkurang, dan pengangguran tetap rendah.
Uruguay juga menarik perhatian global atas undang-undang yang disahkan oleh parlemen selama periode tersebut, seperti legalisasi aborsi, pengakuan pernikahan sesama jenis, dan regulasi penggunaan ganja.
Baca Juga:
RI Dorong Perundingan Indonesia-Mercosur CEPA dan Peningkatan Dagang dengan Uruguay
Saat menjabat, Mujica menolak pindah ke kediaman presiden, seperti yang biasa dilakukan kepala negara di seluruh dunia. Sebaliknya, ia tinggal bersama istrinya—politikus dan mantan gerilyawan Lucía Topolansky—di rumah sederhana mereka di pinggiran Montevideo, tanpa pembantu rumah tangga dan sedikit personel keamanan.
Dia juga selalu berpakaian kasual dan sering terlihat mengendarai Volkswagen Beetle 1987 biru muda. Mujica juga menyumbangkan sebagian besar gajinya. Beberapa media menyebutnya "presiden termiskin di dunia".
Namun, Mujica selalu menolak sebutan itu: "Mereka bilang saya presiden termiskin. Tidak, bukan," katanya kepada saya dalam sebuah wawancara tahun 2012 di rumahnya. "Miskin adalah mereka yang menginginkan lebih [...] karena mereka berada dalam persaingan yang tak ada habisnya."
Baca Juga:
Presiden Termiskin Dunia José Mujica Wafat, Dunia Kehilangan Teladan Kerendahan Hati
Meskipun Mujica menyampaikan pentingnya penghematan, pemerintahannya justru meningkatkan belanja publik secara signifikan, memperlebar defisit fiskal dan membuat lawan-lawan politiknya menuduhnya melakukan pemborosan.
Mujica juga dikritik karena gagal menuntaskan masalah pendidikan Uruguay, meskipun telah berjanji bahwa pendidikan akan menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Namun, tidak seperti pemimpin lain di wilayah tersebut, ia tidak pernah dituduh melakukan korupsi atau merusak demokrasi negaranya.